Pusat Situs Live Taruhan Judi Online Terpercaya Indonesia

Pep Guardiola Membawakan Strategi Baru Untuk Manchester City

 Liga Inggris, Sepak Bola

Ekspektasi City jelas, ingin bisa meraih kesuksesan seperti Barcelona dan Bayern Munich. Tapi apakah mungkin Guardiola bisa mewujudkannya?

Pep Guardiola Membawakan Strategi Baru Untuk Manchester City - Indo888.com

Indo888News – Empat hari lalu Manchester City memastikan Pep Guardiola akan menggantikan Manuel Pellegrini dan menempati kursi pelatih mulai musim depan. Mantan pelatih Barcelona tersebut pun menyambut antusias kesempatan itu.

“Saya ingin menikmati stadion Inggris dan emosi yang ada di dalamnya. Di usia saya sekarang ini, sepertinya sekarang menjadi momen yang tepat,” ujar Guardiola kala itu.

Memang, Liga Primer Inggris menawarkan atmosfer yang tiada duanya. Fans yang antusias, media massa yang galak dan level permainan yang berjalan semakin ketat di setiap musimnya. Pelatih mana pun akan sulit melewatkan kesempatan bisa menjalani karir di Liga Primer Inggris.

Karena alasan itu juga Claudio Ranieri menerima tawaran Leicester City, pun demikian dengan Louis Van Gaal yang kini menukangi Manchester United. Manuel Pellegrini dulu juga berpikir demikian ketika meninggalkan Spanyol dan pindah ke Manchester.


KUNJUNGI JUGA
Pusat Situs Live Taruhan Judi Online Terpercaya Indonesia
Pusat Live Taruhan Judi Online Indo Terpercaya Live Judi Bola
Live Judi Bolatangkas Dan Live Toto Togel Online Terbesar

Tapi, semua hal menarik itu adalah yang ditawarkan Liga Primer Inggris dan Manchester City untuk Guardiola, dan pelatih asal Spanyol itu menyambut tawaran tersebut. Tapi bagaimana dengan tawaran dari Guardiola? Apa yang bisa dibawanya ke Manchester City, atau mungkin dalam bahasan yang lebih luas, Liga Primer Inggris?

Rekam jejak prestasi Guardiola menjadi salah satunya, tapi bukan yang utama. Adalah sistem bermain yang secara khusus dibawa Guardiola dari Spanyol ke Jerman dan kini sampai ke Inggris. Bagaimana pun formasinya, yang terpenting bagi Guardiola adalah bagaimana sistem bermain berjalan dengan efektif.

Di Barcelona, identitas yang diusung adalah skema 4-3-3. Tapi dengan tim yang terus berkembang, formasi pun berubah menjadi 3-4-3 dan sistem bermain menjadi lebih hancak, efektif dan efisien, dengan pemain mampu beradaptasi dengan baik dalam evolusi menyerang dan bertahan, atau sebaliknya.

Di Bayern, keberagaman berlanjut. Variasi permainan terus berkembang, pun demikian dengan skema dan formasi bermain, mulai dari 4-3-3 hingga 2-3-3-2 sekali pun. Yang terpenting bagi Guardiola adalah bagaimana pemain bisa selalu fleksibel, mengeluarkan kemampuan terbaiknya, terus bergerak dan berevolusi mengikuti sistem bermain yang diterapkannya.

Dan kunci dari kesuksesan jalannya sistem tersebut adalah kecepatan dan dominasi penguasaan bola. Menguasai bola selama mungkin sama dengan menguasai jalannya pertandingan dan menurunkan efektivitas bermain lawan. Semua itu disokong oleh akurasi dan kecerdikan pemain, plus kualitas passing yang mumpuni dan kapabilitas mencari ruang kosong dan memaksimalkan kesempatan.

Dengan gaya permainan menekan, Guardiola tak ingin memberikan jarak yang terlalu lebar antarlini. Tak selalu efektif, tapi permainan rapat dan cepat dengan pressure tinggi yang kemudian identik dengan Guardiola.

Dalam bermain, sistem semacam itu yang ditawarkan Barcelona dan bila melihat level performa Manchester City di musim ini, sepertinya akan ada perombakan dan perbaikan besar-besaran di skuat Manuel Pellegrini. Sebagai contoh, merujuk pada performa Citizen di Eropa, pemain tak mampu memberikan tekanan yang cukup kepada lawan yang memiliki level kualitas sepadan. Bahkan penggawa City kerap tertinggal dalam menutup pergerakan lawan.

Melihat komposisi skuat yang ada di Citizen saat ini, juga kemungkinan akan ada perubahan signifikan. Faktor usia juga pastinya akan menjadi pertimbangan, merujuk pada apa yang dilakukan Guardiola di Barcelona dan Bayern.

Guardiola merupakan pelatih yang tak sungkan mengambil risiko dan mempercayakan pemain muda masuk ke tim utama. Masih ingat ketika Sergio Busquets dan Pedro Rodriguez dipromosikan dari Barcelona B ke tim utama? Skenario itu berjalan sangat baik.

Di Bayern, adalah Pierre-Emile Hojbjerg yang sukses masuk ke tim utama. Joshua Kimmich, Gianluca Gaudino dan pemain muda lainnya masih terus berusaha untuk mengamankan tempatnya di tim pertama.

Bagaimana dengan di City? Kebetulan akademi Manchester City menunjukkan potensi dan perkembangan yang bagus untuk menyuplai tim-tim utama mereka dengan pemain yang enerjik dan berbakat. Sebutlah Patrick Roberts, George Evans dan Brandon Barker. Pemain-pemain ini bisa memberikan nafas baru untuk Manchester City yang lebih baik di musim depan, dengan Guardiola di belakang mereka tentunya.

Incoming search terms:

Author: 

Related Posts

Leave a Reply