Pusat Situs Live Taruhan Judi Online Terpercaya Indonesia

Bakso: Pengaruh Micin atau Vetsin atau MSG

 Uncategorized

Bakso: Pengaruh Micin atau Vetsin atau MSG – Sejak kemunculan micin pada awal abad 20, penggunaannya dalam berbagai resep menjadi semakin populer. Pedagang kaki lima hingga restoran berbintang tidak ragu menggunakan micin dalam menu masakan mereka. Hal ini dilakukan demi mendapatkan pelanggan dan keuntungan sebanyak-banyaknya. Bagaimana tidak, hanya dengan sejumput micin atau vetsin atau MSG, makanan dengan cita rasa biasa dapat terasa lezat.

bakso-tikus

Bumbu penyedap atau penguat rasa bagi masyarakat Indonesia bukan lagi hal yang asing. Penggunaan penyedap rasa, biasa disebut micin atau vetsin atau MSG, dalam masakan menjadi hal yang biasa dilakukan. Bagi beberapa orang, membuat masakan tanpa penyedap rasa justru membuat rasa masakan kurang ‘nendang’.

Seiring dengan populernya penggunaan micin dalam masakan, berkembang pula rumor bahwa micin menyebabkan berbagai penyakit. Keluhan sakit kepala, obesitas, hingga ketumpulan daya pikir dan daya ingat mendorong munculnya ‘Chinese Restaurant Syndrome’. Hal ini merupakan suatu sindrom munculnya penyakit setelah mengonsumsi makanan di restoran Chinese, yang diduga mengandung banyak micin.

Akibat beredarnya rumor-rumor tersebut, tidak sedikit orang menjadi parno untuk mengonsumsi makanan yang mereka pikir mengandung micin. Beberapa orang bahkan berpikir semangkuk bakso yang dijual di warung pinggir jalan dengan tambahan sedikit micin akan membuat konsumennya menjadi bodoh. Sejatinya, memang benar jika segala sesuatu yang berlebihan pasti tidak akan baik. Namun, apakah semangkuk bakso akan membuat kita bodoh? Apakah seporsi makanan dengan tambahan micin akan menumpulkan pikiran dan ingatan kita?

Selama beberapa dekade, banyak ilmuwan yang melakukan penelitian untuk membuktikan dampak yang ditimbulkan oleh micin. Beberapa peneliti menggunakan metode penyuntikan MSG (monosodium glutamat) ke dalam tubuh tikus. Hasilnya, tikus-tikus yang telah diinjeksi MSG mengalami kerusakan jaringan otak dan obesitas. Melalui penelitian-penelitian tersebut, rumor buruk mengenai micin pun semakin menjadi-jadi. Orang tua semakin gencar melarang anak-anaknya mengonsumsi makanan sembarangan. Sebungkus makanan ringan pun tidak boleh. Namun, pernahkah terlintas dalam pikiran kita, apakah hasil penelitian-penelitian tersebut valid?

Glutamat, kandungan dalam micin atau MSG, sebenarnya merupakan penyedap rasa alami. Beberapa bahan makanan seperti tomat, jamur, keju, kecap, dan daging secara alami mengandung glutamat. Bahkan, glutamat diproduksi dalam tubuh kita. Glutamat dalam tubuh bermanfaat untuk membentuk protein. Selain itu, glutamat dapat membantu kita dalam meningkatkan daya ingat, meningkatkan konsentrasi, memperlajari hal-hal baru, dan mempercepat pengiriman sinyal-sinyal di otak.

Jadi, apakah micin tidak aman dikonsumsi? Ya, jika konsumsinya melebihi batas wajar. Apakah semangkuk bakso dapat menurunkan kecerdasan? Ya, jika kita menambahkan lebih dari 6 gram micin dalam satu porsi bakso. Apakah berarti micin tidak memiliki dampak buruk? Tentu micin memiliki dampak buruk – jika dikonsumsi berlebihan. Bukankah memang semua hal yang berlebihan tidak akan baik? Dan terlepas dari benar tidaknya micin dapat membuat kita bodoh, bukankah kebanyakan dari kita tetap mengonsumsinya? Bukankah kebanyakan dari kita lebih mengutamakan rasa lezat harga terjangkau ketimbang kesehatan?

micin-msg-penyedap-bakso

INDO888 Indonesian Online Betting

* Poker Domino Capsa : TARUHANTOP
* Sabung Ayam : s1288  CF88VN
* BolaTangkas : Tangkasnet  88Tangkas
* All Game Casino : JOKER123  SBO  MAXBET  CBO855  GD88  ION  Casino021
* Sportsbook : SBO  IBC  SBC168  CMD

Pendaftaran Gratis
ayo buruan di pasang taruhan anda bos.. 🙂
Hubungi Kami (24/7) di :

Pin BB 2BBDEB00
Pin BB 58A1540D
Line indo888net
WeChat indo888net
Skype indo888m

Happy Betting dan Salam Hokky^^

Author: 

Related Posts

Leave a Reply