Pusat Situs Live Taruhan Judi Online Terpercaya Indonesia

Tongkrongan Favorit Komunitas LGBT Surabaya

 Meme, Prediksi, Rumor, Uncategorized, Unik

Agen Judi OnlineTongkrongan Favorit Komunitas LGBT Surabaya – Di lokasi itu mereka bisa nyaman serta saling mengenal satu dengan lainnya. Ibaratnya, kalau mau melepas kangen, tidak banyak yang mengganggu. Sedikitnya ada beberapa lokasi yang biasanya dipakai sebagai tempat berkumpulnya komunitas gay tersebut. Yang paling terkenal dan jadi tempat favorit adalah Gang Pattaya.

Lokasinya di sekitar Monumen Kapal Selam alias Monkasel. Daerah ini tidak hanya sekadar jadi tempat bertemunya kaum LGBT, tetapi juga menjadi lokasi transaksi. Di bantaran sungai Kali Mas inilah biasanya  gay menyalurkan hasrat seksualnya bersama orang sejenis. Lokasinya yang gelap meski berada di pusat kota, menjadikan tempat ini sebagai destinasi favorit. Beberapa kali tempat ini digerebek oleh Satpol PP, namun selalu nihil karena diduga bocor.

Lokasi ini biasanya dipakai oleh kalangan gay yang dalam tataran menengah ke bawah “Lebih  enak  di  sini  janjian  ketemuannya. Jarang kok kita kena razia. Di sini suasananya juga cukup nyaman sambil lihat nuansa sungai,” ujar Noel pelajar gay surabaya, bukan nama sebenarnya, yang mengaku memilih  untuk  ‘menjadi’  gay  karena terpengaruh lingkungan sekitarnya.

Lokasi lainnya adalah Taman Bungkul. Taman yang menjadi ikon terbaik di Surabaya itu juga dijadikan  lokasi pertemuan kaum LGBT. Tempat favorit yang digunakan untuk meet up adalah dekat dengan area permainan ketangkasan atau ekstreme sports, serta di bawah pohon beringin besar di sisi timur. Di sana bisa ditemui juga kelompok waria yang kerap nongkrong. Di tempat ini kebanyakan adalah dari kalangan pemula.

“Kita pilih mudahnya saja untuk bertemu dengan yang lain. Kan Taman Bungkul semua orang tahu. Lagian agar tidak terlalu mencolok keberadaan atau status kami sebagai kelompok yang berbeda dan minoritas,” ujar Anita, sapaan akrab wanita paruh baya yang kerap dipanggil Mami di komunitasnya.

Selain itu, tempat favorit lainnya yakni di sebuah foodcourt mall di Surabaya Selatan. Di tempat makan itu, kita bisa melihat banyak pasangan sejenis berjalan bergandengan tangan. Tempat makan keluarga itu kini menjadi jujugan favorit kaum LGBT, tepatnya lesbi. Kebanyakan  pasangan  yang  datang masih berusia remaja alias ABG.

“Di sini tempatnya enak dan lengkap. Jadi, kalau mau belanja tinggal kita turun. Kalau mau nonton, juga ada gedung bioskopnya dan enaknya lagi lokasinya di lantai paling atas, sehingga jarang orang yang kesini,” tutur Anis, bukan nama sebenarnya, seorang  lesbian yang juga berprofesi sebagai marketing sebuah biro perjalanan wisata.

Masih ada lagi lokasi lainnya yang sering dipakai kalangan LGBT, yakni di kawasan Jalan Diponegoro. Di tempat yang berada di belakang Shangri-La Hotel itu sering menjadi pilihan kaum gay Surabaya bertemu  dan memadu kasih. Hampir tiap malam di atas pukul  22.00, mulai banyak kaum gay yang datang. Biasanya mereka kencan di atas motor. Kawasan ini sempat sepi dari segala aktivitas, karena jarang dilewati orang. Kecuali malam minggu, dapat dipastikan di sepanjang jalan ini ramai ditemui pasangan sejenis.

Komunitas Gay Surabaya

Ayo buruan daftar userID anda di INDO888
Cukup 50 ribu main taruhan bola bisa jadi jutawan
Hubungi Kami (24/7) di :
Pin BB 2BBDEB00
Pin BB 58A1540D
Line indo888net
www. indo888 .com/ .net/ .info/
Happy Betting dan Salam Hokky^^

“Kalau aku lebih suka nongkrongnya di tempat dugem atau tempat gaul. Enak di sana tempatnya,  karena  tidak  ada  yang peduli. Sehingga bisa dengan enak dan nyaman  untuk  menyalurkan  hasrat,” ujar salah seorang sumber Mahasiswa Gay Surabaya yang memiliki perilaku biseks.

Diakui bahwa meski biseks, namun pria 28 tahun berkulit bersih dan berwajah lumayan ganteng ini lebih memilih  untuk  menjalin  hubungan dengan sesama jenis. Hal ini terkait dengan ketersediaan serta kecukupan dalam hal kucuran uang.

“Selama saya berhubungan dengan beberapa orang, mulai dari cewek, tante-tante hingga laki-laki, saya lebih senang menjalin hubungan dengan sesama lelaki. Kalau tante-tante uangnya sedikit dan banyak  maunya.  Tapi,  kalau  dengan laki-laki yang mapan, enak dapat uang banyak dan segala kebutuhan saya tercukupi,”  tuturnya.

Cowok ini juga mengaku kalau sekarang sudah tinggal bersama pasangan sejenisnya di sebuah apartemen. Dari pasangan sejenisnya itu, ia juga sudah dibelikan mobil.

Author: 

Related Posts

Leave a Reply