Pusat Situs Live Taruhan Judi Online Terpercaya Indonesia

Jajanan Mirip Alat Kontrasepsi Kondom Berbentuk Kotak Kado

 Berita Dunia, Unik

Indo888News – Tiba-tiba dunia anak sekolah di Indonesia digegerkan dengan sebuah temuan yang tidak mengenakkan. Hari Jumat yang lalu Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) menemukan sebuah jajanan untuk anak SD yang bentuknya mirip dengan kondom. Dan lagi jajanan ini dijual dengan harga yang sangat terjangkau yakni sekitar 1000 sampai 2000 Rupiah. 

Jajanan Mirip Alat Kontrasepsi Kondom Berbentuk Kotak Kado - Indo888.com -

Media sosial pun ikut dihebohkan dengan kabar adanya temuan jajanan anak-anak yang menggunakan karet mirip kondom ini. Jajanan berupa susu bubuk itu dikemas dalam kemasan berlabel Kotak Kado. Untuk mengonsumsinya, susu bubuk dimasukkan dalam karet mirip kondom itu lalu diberi air.

Karena hadirnya Jajanan dalam bentuk kondom ini membuat Komisi Peerlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta kasus ini diusut setuntasnya kepada pihak kepolisian. Karena menurut KPAI jajanan mirip kondom tersebut dapat melanggar aspek moralitas, kesehatan dan sosial.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus peredaran jajanan yang mirip dengan kondom di Bekasi tersebut. Bukan hanya menuntaskan, KPAI juga meminta pihak kepolisian agar menarik produk Kotak Kado itu dari peredaran. Sekretaris Jendral (Sekjen) KPAI, Erlinda menilai produk tersebut melanggar moralitas, aspek kesehatan dan sisi sosial masyarakat. “Harus diusut tuntas,” katanya di Mapolsek Bekasi Selatan. 

Erlinda menjelaskan, pelanggaran moralitas dari produk yang dimaksud karena bentuknya yang menyerupai alat kontrasepsi kondom untuk dipasarkan di kalangan konsumen anak di bawah umur dan bisa merusak moralitas anak tersebut.

Adapun pelanggaran kesehatan dikarenakan adanya kandungan zat berbahaya bagi kesehatan yang dilarang Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam susu yang dipaket bersama benda serupa kondom dalam kemasan Kotak Kado tersebut.

Bahkan, dari sisi sosial masyarakat, produk itu tidak layak dipasarkan karena menimbulkan persepsi negatif dan meresahkan orang tua. Sehingga, KPAI akan berkordinasi dengan pihak Polsek agar Polsek diasistensi Polda Metro Jaya dan Mabes Polri dicari produsennya.

Beredarnya jajanan mirip kondom ini membuat keresahan dalam masyarakat. Karena itu, Polisi pun mulai menelusuri peredaran Kotak Kado ini.

Aparat Kepolisian dari Polresta Bekasi Kota menindak lanjuti “Kotak Kado” jajanan anak SD yang mirip kondom di Pekayon Bekasi Selatan. Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polresta Bekasi Kota Iptu Puji mengatakan, polisi sedang menelusuri produsen Kotak Kado tersebut. 

“Kita lakukan penyelidikan pemeriksaan, sebenarnya dari mana produsen yang membuat Kotak Kado ini,” ujar Puji di Mapolsek Bekasi Selatan. Sayangnya, di kardus pembungkus Kotak Kado tersebut, tidak tertulis perusahaan mana yang membuat jajanan itu. Tidak seperti makanan atau mainan anak lainnya, kemasan Kotak Kado hanya mencantumkan gambar tokoh kartun saja. Tidak ada keterangan mengenai produsen ataupun isi dari kotak tersebut. 

Selain menelusuri produsennya, Puji mengatakan, polisi juga sedang memeriksa kandungan yang ada di dalam produk tersebut. 

“Kapolres sudah perintahkan ke Reskrim untuk uji labfor soal ini. Dari situ, hasilnya ditemukan apakah layak untuk dikonsumsi makanan atau tidak,” ujar dia.

Mengonsumsi produk minuman susu melalui kemasan yang menyerupai kondom bisa menimbulkan gangguan kesehatan mulai dari sakit perut hingga penyakit thypus. Kepala Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta, Dewi Prawitasari, mengatakan, bahan karet lateks yang lazim digunakan untuk memproduksi kondom bukanlah bahan food grade atau bahan yang aman digunakan untuk mewadahi makanan. Karena itu, pastikan anak Anda tidak membeli jajanan ini.

“Bila benar kemasan yang digunakan merupakan kondom, maka akan terjadi paparan bahan kimia berbahaya ke dalam kandungan susu. Kuman patogen dari kemasan yang tidak higienis bisa menyebabkan pengonsumsi minuman sakit perut hingga terserang thypus,” ujar Dewi.

Dewi mengatakan, produk tidak terdaftar di BPOM. Meski demikian, penelusuran terhadap Nomor Izin Edar (NIE) Perizinan Industri Rumah Tangga (P-IRT) yang tercantum pada kemasan menunjukkan produk berasal dari wilayah Tangerang. NIE P-IRT dikeluarkan oleh pemerintah daerah.

Dewi mengatakan, BPOM akan melakukan penelusuran lapangan ke lokasi pembuatan produk. “Kami sedang melacak keberadaan produsennya,” ujar Dewi.

 

Author: 

Related Posts

Leave a Reply