Pusat Situs Live Taruhan Judi Online Terpercaya Indonesia

Hooligan Persib “Bobotoh” Salam Satu Jiwa Aremanita

 Arema, Liga Indonesia

INDO888News – Konon, dalam dunia sepak bola tidak dikenal latar belakang sosial. Di dalam sepak bola hanya ada satu agama, budaya, suku, dan ras. Akan tetapi, tidak selamanya sepak bola Bandar Judi Bola Indonesia berhasil menyatukan para penggemarnya. Fanatisme berlebihan yang ditunjukkan para suporternya membuat wajah sepak bola Indonesia menjadi garang dan sangat mengerikan. Dari fanatisme aremania kemudian lahir bibit-bibit hooligan persib, yaitu manusia-manusia agresif dan brutal bila tim kesayangan yang digadang-gadang untuk menang jadi pecundang. Bagi penggila sepak bola, istilah hooligan bukanlah kosa kata asing lagi. Sebutan hooligan Persib Bagi INDO888 Agen Judi Bola Indonesia merujuk pada fans fanatik Persib Bandung yang hampir di setiap pertandingan berbuat ulah, ricuh dan rusuh. Dalam banyak kasus, terlebih saat Persija mengalami kekalahan telak dan sangat memalukan dalam pertandingan tandang maupun kandang sendiri, hooligan kerap berurusan dengan kepolisian karena tidak menunjukkan perilaku sportif yang berujung anarkistis.Jika melihat tampilan para hooligan, dalam keadaan biasa, memang lucu kelihatannya.

Gambar Bobotoh Persib Hooligan

Namun, begitu mereka beraksi, tak ada lagi yang patut ditertawakan. Mereka suka mabuk-mabukan, muntah, dan kencing sembarangan. Berkelahi dengan siapa saja yang dijumpainya, terutama terhadap pendukung musuh kesebelasannya. Polisi pun tidak segan dilabrak. Penyakit hooliganisme tersebut kini menular ke seluruh penjuru dunia, mulai dari daratan Eropa, ujung Afrika, pedalaman Cina hingga pelosok Indonesia. Bahkan, hooliganisme di negeri ini selain mendorong anarkisme di dalam stadion, juga menyulut vandalisme di luar stadion.

Istilah hooliganisme muncul sejak akhir abad ke 19, tepatnya pada 1898 di Inggris. Tak heran jika Inggris adalah gudang penghasil hooligan yang paling padat. Sementara studi mengenai suporter sepak bola dimulai akhir 1960-an. Sejak itu pula, ada kepedulian politis, sosial, dan media yang besar terhadap hooliganisme sepak bola Inggris.

Puncak aksi hooliganisme terjadi pada 29 Mei 1985 ketika suporter Liverpool menyerang suporter Juventus dalam final Champions Cup di Stadion Heysel, Brussel, Belgia. Peristiwa ini bermula dari pendukung masing-masing klub yang saling mengejek dan melecehkan. Kemudian, para pendukung Juventus mulai melemparkan kembang api ke arah pendukung Liverpool. Huru-hara pun meledak. Akibat peristiwa itu, 39 orang tewas mengenaskan. Kisah-kisah kekerasan hooligan terus mewarnai dunia sepak bola, termasuk dalam pertandingan derby. Di Skotlandia, yang paling sering terjadi adalah perang antar-suporter Glasgow Celtic dan Glasgow Rangers. Celtic adalah klub yang dianggap mewakili agama Katolik, sedangkan Rangers mewakili Protestan. Masing-masing hooligan siap bertaruh nyawa. Suporter Rangers sering menamakan diri Billy Boys, yakni geng yang menghabisi umat Katolik Glasgow semasa Perang Dunia I dan II. Akibatnya, derby kedua klub ini selalu panas.

Pendukung kedua klub pun sering terlibat bentrok sebab setiap Celtic dan Rangers bertanding, olok-olokan suporter saling menyerang identitas agama kedua pihak. Di Italia, pertandingan derby Inter Milan versus AC Milan disebut-sebut sebagai perang kaum miskin (Milan) melawan kaum kaya (Inter). Konteks yang sama terjadi pula di Turki. “Derby Istanbul” yang memertemukan Fenerbahce versus Galatasaray adalah pertandingan yang dianggap sebagai perang kaum miskin (Fenerbahce) versus aristokrat (Galatasaray). kalo di Indonesia banyak yang udah pada tau lah perseteruan antara tim Ibukota Persija dengan tim dari Bandung yaitu Persib..juga rivalitas antara 2 jawara Jawa Timur yaitu Arema dan Persebaya kaya apa..itu baru sebagian contoh kecil aja..masih ada lagi yang lain.

Bahkan yang unik terjadi di Bumi Cendrawasih dimana 2 tim dari Timur Indonesia ini yaitu Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena dimana masing2
kelompok suporternya seringkali terlibat konflik dalam setiap pertandingannya..tapi uniknya bila salahsatu dari tim ini bertanding dengan tim dari luar daerah mereka para suporter ini seakan bersatu mendukung tim tuan rumah..Unik kan?

Author: 

Related Posts

One Response

  1. Final Piala Bhayangkara GBK, Harga Tiket Persib v Arema - Informasi SepakBola dan Kejadian Unik Paling Lengkap NewsIndo888April 2, 2016 at 12:04 pmReply

    […] Baca Juga : Reuni Hooligan Dan Aremanita Perubahan komposisi Sriwijaya direspon pelatih Arema Cronus, Milomir Seslija. Ia menarik Dendi Santoso dan Maitimo pada menit 60. Sebagai gantinya, ia memasukkan Hasim Kipuw dan Ferry Aman Saragih. Masuknya Bayu Gatra mengubah permainan Sriwijaya FC. Permainan agresif mereka sukses menahan para penggawa tuan rumah tetap di area mereka sendiri. Menit 65, Bayu Gatra menunjukkan kemampuannya dengan melewati tiga pemain bertahan Arema Cronus. Namun, sepakannya masih melenceng tipis dari sisi kanan gawang Kurnia Meiga. Usai waterbreak babak kedua, Sriwijaya memasukkan Asri Akbar untuk menggantikan Yu Hyun Koo. Hal ini kembali direspon Arema Cronus dengan memasukkan dua pemain pengganti, Juan Revi dan Sunarto. Dua pemain ini mengganti Hendro Siswanto dan Esteban Vizcarra.. Tiga menit berselang, Arema Cronus kembali membobol gawang Sriwijaya FC melalui Ferry Aman Saragih. Namun, gol ini dianulir karena wasit Thoriq Alkatiri menilai gelandang Arema Cronus ini sudah terjebak offside. Jelang laga usai, kedua tim menunjukkan permainan terbuka. Namun, sampai laga usai, tak ada tambahan gol tercipta. Dengan kemenangan ini, Arema Cronus melaju ke partai puncak Piala Bhayangkara, kontra Persib Bandung. Pertandingan ini dijadwalkan bakal dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (03/04). Final Piala Bhayangkara GBK, Harga Tiket Persib v Arema […]

Leave a Reply