Pusat Situs Live Taruhan Judi Online Terpercaya Indonesia

Harapan Dan Strategi Spanyol Jelang Euro 2016

 Liga Europa, Liga Spanyol

FBL-EURO-2016-FRIENDLY-ITA-SPAF-ESP

Indo888News – Kami pergi ke Prancis untuk mempertahankan trofi kita serta sebab itulah Spanyol bakal pergi dengan andalan besar. Sasaran kita merupakan yang paling atas,” ungkap Vicente Del Bosque, pelatih timnas Spanyol, jelang laga persahabatan kontra Italia di Stadio Friulli, Jumat (25/3) dini hari WIB.

Tetapi seusai ditahan imbang 1-1 oleh Italia, mungkin kepercayaan diri Del Bosque takkan sebesar sebelumnya. Ada celah besar yang menganga seiring Spanyol kalah dominan dari Italia. Uniknya, celah itu berasal dari tahap yang menyokong generasi emas Spanyol sebelumnya, yakni lini tengah. Ada apa dengan Spanyol?

Dugaan mutlak yang menyebabkan Spanyol kehilangan kreativitas merupakan absennya dua gelandang Barcelona, Andres Iniesta serta Sergio Busquets. Iniesta serta Busquets terbukti menjadi sosok kunci di lini tengah Spanyol selagi hampir satu dekade terbaru. Iniesta mempercayakan dribel serta visinya, sementara Busquets kompeten untuk menjaga keseimbangan.


KUNJUNGI JUGA
Pusat Situs Live Taruhan Judi Online Terpercaya Indonesia
Pusat Live Taruhan Judi Online Indo Terpercaya Live Judi Bola
Live Judi Bolatangkas Dan Live Toto Togel Online Terbesar

Dua faktor yang ditawarkan oleh Iniesta serta Busquets itu nyatanya tidak dimiliki oleh generasi muda Spanyol. Mikel San Jose yang menggantikan Busquets jauh dari ekspektasi, sementara kombinasi Cesc Fabregas serta Thiago Alcantara tetap tidak seimbang dengan Iniesta. Faktor itu tercermin jelas dari total kreasi kesempatan kontra Italia, La Roja hanya mencatatkan satu umpan kunci serta enam intersepsi di lini tengah.

Penguasaan bola yang diagungkan oleh Spanyol pun kiranya tidak terkesan dalam pertandingan itu. La Roja hanya menguasai 52,8 persen penguasaan bola, sementara akurasi umpan mereka hanya mencapai 84 persen. Dominasi lini tengah yang mereka tunjukkan ketika melawan Inggris dua bulan lalu tidak terkesan lagi.

Degenerasi gelandang? Mungkin terlalu cepat untuk menghakimi penampilan gelandang muda Spanyol. Tetapi untuk saat ini, Iniesta serta Busquets tetap belum tergantikan. Del Bosque pun butuh menyiapkan rencana B seandainya skenario terkurang baik – duo Barca cedera panjang – di Euro 2016 musim panas mendatang.

Sektor lain yang mendapat sorotan merupakan lini depan. La Roja diduga bakal tampil tumpul ketika Diego Costa tidak dipanggol oleh Del Bosque. Luis Garcia pun menilai alangkah pentingnya sang penyerang Chelsea bagi Spanyol apabila ingin kembali merajai Eropa.

Tapi prediksi itu diguncang oleh Aritz Aduriz. Penyerang 35 tahun itu turun sebagai starter di Friulli serta mencetak gol debutnya untuk menyelamatkan wajah Spanyol. Gol itu ia ciptakan di peristiwa yang cocok, seakan-akan menegaskan pada publik Spanyol kalau dialah yang mereka butuhkan.

Menonton statistik, apa yang diperbuat oleh Aduriz sebetulnya dapat dipahami. Apa yang dialami oleh sang bintang Athletic Bilbao itu bertolak belakang dengan Costa di level klub. Costa mengalami keterpurukan bersama Chelsea (11 gol, 5 assist), sementara Aduriz sedang naik daun bersama Bilbao (17 gol, 5 assist).

Aduriz turut memperkenalkan dimensi yang tidak sama dengan Costa. Penyerang Bilbao itu lebih tangguh dalam duel udara meski tidak secepat serta selincah Costa. Del Bosque pun mengakui kemampuan sang veteran yang beradaptasi dengan cepat di skuat Spanyol.

“Aduriz bermain dengan baik. Ia beradaptasi dengan cara sempurna dengan permainan kami,” ucap Del Bosque seusai laga. Aduriz, serta duetnya bersama Alvaro Morata, semacamnya dapat membikin publik La Roja melupakan Diego Costa. Tunggu saja tanggal mainnya di Euro 2016.

Satu sektor lagi yang mengajak decak kagum di Stadio Friulli merupakan bawah mistar. Spanyol terbukti kalah dominan dari Italia serta berkali-kali gawang mereka diancam. Tetapi pada akhirnya La Roja hanya kebobolan satu gol serta itu semua berkan rentetan penyelamatan David De Gea.

Penjaga gawang Spanyol itu telah menunjukkan nilainya dalam tiga musim terbaru bersama Manchester United. Dini hari tadi, ia mereplika kemampuan apik itu bersama Spanyol. Enam penyelamatan pun ia perbuat dari Lorenzo Insigne dkk.

Tak hanya itu, kombinasi De Gea dengan lini belakang Spanyol terkesan lumayan solid. Sang kiper tidak sempat ragu mengomando kotak penalti apabila terbukti diperlukan. De Gea sekali lagi menegaskan dia sebagai penjaga gawang masa depan Spanyol.

Apabila De Gea dapat mempertahankan kemampuannya sampai akhir musim, bukan tidak mungkin ia bakal menggeser posisi Iker Casillas sebagai kiper mutlak Del Bosque.

Author: 

Related Posts

Leave a Reply