Pusat Situs Live Taruhan Judi Online Terpercaya Indonesia

Duet Maut Para Striker Sepak Bola Sepanjang Sejarah

 Sepak Bola

Indo888News – Saat ini, formasi tim sepak bola mayoritas menggunakan hanya satu orang penyerang di lini depan. Hal ini diakibatkan dengan tren formasi yang digunakan oleh kebanyakan tim untuk lebih memilih memperkuat lini tengahnya. Akan sangat mudah dijumpai formasi misalnya 4-2-3-1, 4-5-1, 4-4-1-1 tau lainnya.

Tentu ini berbeda dengan tren terdahulu yang lebih sering antara 3-5-2 atau pula 4-4-2. Dulu formasi seperti 3-4-1-2 dan 4-3-1-2 gemar dipakai dan tentu hal ini mempercayakan sektor daya gedor kepada sepasang striker yang saling mengisi dan bernaluri gol tinggi.

Duet memang diistilahkan sebuah kombinasi antar dua orang yang bertugas untuk saling membantu sehingga mampu memukau banyak orang dan pastinya demi menciptakan sebuah gol atau rekor. Layaknya sepasang kekasih… duet maut ini seperti pasangan yang tidak pernah terpisahkan, baik saat berada di luar lapangan sekalipun.

Hilangnya tren duet striker pun makin ditunjukkan dengan minimnya ikon duet yang kompak yang menjelma sebagai tandem yang seperti tidak dapat dipisahkan. Dahulu banyak sekali sederetan penyerang yang melegenda dengan partnernya sebagai duet striker mesin gol timnya masing-masing. Ane akan mengulas duet-duet maut tersebut. Cekidot:

Alessandro Del Piero – Filippo ‘Pippo’ Inzaghi

Duet ini dijuluki Del-Pippo. Pasangan yang amat melekat dengan nomor punggung 10 dan 9 ini merupakan momok yang menakutkan bagi lawan-lawannya. Keperkasaan Juve pun sangat terbantu oleh peran mereka. Alhasil gelar Scudetto Liga Serie-A Italia pun acap menjadi milik Si Nyonya Tua. Kerja samanya yang dibantu playmaker nomor wahid ‘Zinedine Zidane’ amat merepotkan tim-tim lawan tak hanya di Italia tapi juga Eropa.

Dwight Yorke – Andy Cole

Khususnya pada musim 1999, total 53 gol yang digelontorkan duet Yorke dan Cole berhasil mengantarkan The Red Devils sukses meraih treble winners. Keduanya pun sering mencetak gol bersamaan dalam satu pertandingan. Seolah telah dihubungkan dengan telepati, kombinasi umpan-umpan satu sentuhan dan assist mereka nyaris tak bisa dihentikan oleh lini pertahanan tim-tim lawan.

 


Raul Gonzalez – Fernando Morientes

Bersama Raul, Fernando Morientes membentuk salah satu kombinasi predator paling mematikan dalam sejarah Real Madrid. Tujuh tahun di Santiago Bernabeu, dengan Raul sebagai partner sehatinya, Morientes membantu Los Merengues memenangi dua gelar La Liga, tiga titel Supercopa de Espana, tiga trofi Liga Champions, satu Piala Super Eropa, dan dua Piala Interkontinental. Duet ini resmi bubar setelah Morientes hengkang ke Liverpool pada 2005. Raul sendiri tetap di Bernabeu sebelum akhirnya hijrah ke Jerman pada tahun 2010 silam.

 


Michael Owen – Robbie Fowler

Duet maut yang satu ini terlihat seperti sepasang kakak-adik yang rajin saling bahu-membahu dalam menggedor jala lawan. Michael Owen termasuk penyerang fenomenal The Reds di era 90-an sampai awal 2000-an. Berkostum merah-merah sejak 1996-2004, Owen menyumbang 118 gol dari 216 laga. Sedangkan Robbie Fowler membela Liverpool sejak 1993-2001 dan 2006-2007. Fowler sendiri telah berhasil menyumbang 128 gol untuk The Reds.

 


Dennis Bergkamp – Thierry Henry

Keduanya memang sangat kompak ketika di Arsenal. Bergkamp adalah support striker papan atas, sedangkan Henry adalah seorang pencetak gol alami dari berbagai posisi. Tujuh tahun memperkuat the Gunners, mereka memenangkan dua titel Premier League dan tiga Piala FA

 


Samuel Eto’o – Diego Milito

Duet mesin gol yang berperan besar dalam kesuksesan Inter Milan meraih treble bersejarah pada musim 2009/10 dengan memenangi Serie A, Coppa Italia dan Liga Champions.

Saat itu, Inter menjadi tim ke-6 di Eropa dan pertama di Italia yang sanggup meraih tiga gelar bergengsi dalam satu musim.

Pada musim tersebut, di semua kompetisi, Samuel Eto’o mencetak total 16 gol, sedangkan Diego Milito 30. Dari semua gol Milito, dua di antaranya dia ciptakan dalam partai penentuan juara Eropa melawan raksasa Jerman Bayern Munich di Santiago Bernabeu.

 


Alessandro Del Piero – David Trezeguet

Alessandro Del Piero dan David Trezeguet merupakan duet lini depan terbaik dalam sejarah panjang Juventus.

Bersama, mereka mempersembahkan empat gelar Serie A untuk La Vecchia Signora, meski dua di antaranya dicabut setelah merebaknya Calciopoli.

Keduanya bahkan tetap setia membela panji Juventus ketika diturunkan ke kasta kedua Italia akibat skandal tersebut.

Pada musim 2007/08, Del Piero menjadi top scorer Serie A dengan torehan 21 gol, sedangkan Trezeguet di peringkat kedua dengan selisih satu bola.

Incoming search terms:

Author: 

Related Posts

Leave a Reply