Pusat Situs Live Taruhan Judi Online Terpercaya Indonesia

Alasan Pilkada Serentak 9 Desember Gagal

 Berita Dunia
www.indo888.com - Agent Taruhan Judi Online Terpercaya

Alasan kenapa Pilkada Serentak Terancam Gagal,

 

Hayo coba siapa di antara Agan atau teman-teman di sekitar Agan yang masih belum tau kalo di 9 Desember mendatang ada yang namanya Pilkada Serentak? Teman-teman ane sendiri ada kok yang bahkan sama sekali nggak tau kalo 9 Desember bakal ada pemilu dan serentak pula di beberapa wilayah. Kenapa sih pada nggak tau? Mungkin karena emang pilkada kali ini emang kurang kedengeran gaungnya. Orang makanya jadi belum banyak yang tau dan paham soal itu. Ada beberapa hal yang menurut ane juga bikin pilkada serentak terasa sepi

 

1. Banyak kasus yang menutup pemberitaan soal pilkada


Bukannya bilang kalo pemberitaan media nggak ada mengangkat soal Pilkada Serentak. Bukan. Di beberapa media sendiri liputan soal Pilkada serentak sudah dijadikan semacam liputan khusus. Yang membuat pemberitaan pilkada serentak jadi sedikit tertutupi adalah karena adanya pemberitaan kasus-kasus lainnya yang justru lebih hot dan menarik minat orang Indonesia. Sebut aja deh yang paling baru soal kasus Papa minta saham. Heboh banget kan.

2. Sepi Kampanye

Publikasi atau kampanye para calon kepala daerah kepada masyarakat terbilang sepi. Kalau mengutip ucapannya Ketua Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi, Didik Supriyanto di Kompas.com dia bilangnya begini.

3. Muka-muka lama

Menurut ane masih banyaknya muka-muka lama alias orang-orang yang sama yang maju di Pilkada Serentak ini juga sedikit banyak berpengaruh ke soal euphoria pemilu. Ibarat kata ketika sudah ada pasangan inkumbent banyak orang berspekulasi yang bakal menang pasti si pasangan inkumbent sehingga membuat orang tidak terlalu excited. Kalau kata orang nih kayak ngomong ‘ahelah ngapain pemilu, yang menang udah jelas’. Padahal ya itu pasangan inkumbent juga belum tentu bakal selalu menang kan.

4. Masyarakat kurang dilibatkan

Masyarakat juga ternyata ingin dilibatkan dalam keriuhan Pilkada. Dan ketika di Pilkada Serentak ini mereka justru tidak dilibatkan itu juga ngebuat minat masyarakat ikutan turun. Seperti yang ada di daerah kota Surabaya. Ketika di pilkada sebelum-sebelumnya masyarakat ikut terlibat dalam percetakan, pemasangan atribut tentang Pilkada, sekerang, semua atribut sudah disiapkan oleh KPU Kota Surabaya. Ini juga yang ngebuat masyarakat merasa tidak dilibatkan dan tidak merasakan adanya pesta rakyat dalam Pilkada 2015.

 

5. Banyak aturan

Pilkada serentak yang pertama kali diselenggarakan ini emang mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Itu juga barangkali yang membuat banyak aturan dan larangan yang diterapkan. Misalnya pembiayaan dan pelaksanaan sejumlah metode kampanye dieksekusi oleh KPUD dan KPID. Seperti aturan soal APK (Alat Peraga Kampanye). jadi tim pemenangan calon pasangan kepala daerah dan pasangan calonnya juga tidak diperbolehkan membuat APK sendiri, selain itu juga penempatannya diatur. Sama halnya dengan iklan di media cetak dan tv yang juga sudah diatur oleh KPU
Ane bukannya pengen bilang banyaknya aturan ini jelek Gan. Tapi maksudnya aturan-aturan ini juga membatasi ruang gerak para peserta pemilu yang mungkin kalo sebelum-sebelumnya lebih bebas dari sekarang. Dan ini secara nggak langsung juga ikut mempengaruhi suasana pilkada yang jadi kelihatan nggak serame pilkada-pilkada sebelumnya.

Author: 

Related Posts

Leave a Reply